Selamat datang di Sajak Tere Liye. Situs ini adalah sebuah situs sederhana yang berisi kumpulan sajak, catatan dan kata-kata sehari-hari yang ditulis langsung oleh Darwis Tere Liye. Jadi ayo !!! bacalah sajak, cerpen, catatan, serta puisi yang indah dan menarik dari Tere Liye di sajaktereliye.blogspot.com

Sunday, March 1, 2015

Jadilah Seseorang Yang: "Aku Akan Tetap Menunggu" - Saja Darwis Tere Liye

“Kau tahu apa yang bisa dengan segera membuat tampang kusutmu mencair seperi mentega lumer di
penggorengan, sebal di hati pergi seperti kotoran disapu air? Sederhana. Kau rubah-rubah sikit saja hati kau. Sedikit saja, dari rasa dipaksa menjadi sukarela, dari rasa terhina menjadi dibutuhkan, dari rasa disuruh-suruh menjadi penerimaan. Seketika, wajah kau tak kusut lagi.”
*Tere Liye, novel "Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah"

“Kalau memang terlihat rumit lupakanlah. Itu jelas bukan cinta sejati kita. Cinta sejati selalu sederhana."
*Tere Liye, Novel "Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah"

"Sejatinya, rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kaupamer-pamerkan. Semakin sering kau mengatakannya, jangan-jangan dia semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti, bertanya pada diri sendiri, apa memang sesuka itu.”
*Tere Liye, novel "Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah"

"Benci atau suka itu relatif. Lama-lama terbiasa, lama-lama jatuh cinta. Yang benci jadi cinta, yang cinta jadi benci. Begitulah perasaan bisa menyesuaikan diri begitu hebat."
novel "Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah", tere liye

Kumpulkan seluruh batu di dunia ini, tidak ada apa-apanya dibanding Hajar Aswad. Batu di ka'bah. Kumpulkan semua batu, jual 1.000 kali lipat, tetap lebih mahal Hajar Aswad. Pun meskipun Hajar Aswad adalah batu sepenting itu, Umar Bin Khattab cuma bilang: "Engkau hanyalah batu, tidak dapat mendatangkan manfaat atau bahaya. Jika bukan karena aku melihat Nabi menciummu, aku tentu tidak akan menciummu."Lantas kenapa Nabi mencium Hajar Aswad? Itu hanya simbol kerinduan, sama seperti kita shalat, sujud, wajah kita mencium lantai; bukan berarti kita menjadikan sajadah, keramik, tikar sebagai 'berhala', memang begitu gerakan shalat; simbol sujud kepada Allah. Kalau Hajar Aswad saja levelnya hanya batu biasa; apalagi batu-batu lain.
*Tere Liye

Batu adalah batu.
Jika ada yang percaya batu bisa memberikan aura, berkah, jauh dari bala, lancar rezeki, maka dia telah mundur bahkan lebih jauh dibandingkan jaman batu.
Batu adalah batu.
Posisinya hanyalah hiasan indah. Sedap dipandang mata. Sama seperti punya sepatu, atau pakaian bagus.
Hanya itu.
*Tere Liye

Akan selalu ada laki-laki yang baik-baik untuk wanita yang terus berusaha memperbaiki dirinya. Juga, akan selalu ada, wanita yang baik-baik untuk laki-laki yang selalu berusaha memperbaiki dirinya. Jangan ragu mengambil prinsip hidup.
*Tere Liye

“Orang-orang yang bersabar tidak otomatis hidupnya seindah definisi sabar tersebut. Dimata banyak orang, boleh jadi hidupnya biasa saja, menyedihkan malah. Orang-orang yang jujur, tidak selalu hidupnya jadi semegah definisi jujur tersebut. Di mata banyak orang, boleh jadi hidupnya biasa saja, menyedihkan malah. Di mata banyak orang, boleh jadi hidupnya patut dikasihani, miskin sekali. Tapi sesungguhnya, hidup ini bukan soal yang terlihat dimata orang-orang. Hidup ini adalah kebahagiaan. Dan jelas, kebahagiaan selalu bersemayam dalam hati masing-masing. Kitalah yang tahu persis bahagia atau tidak, bukan orang lain. Kemudian, hidup tidak akan tertukar seperjuta mili.”

“Air itu sabar sekali sifatnya. Ketemu batu, ia berbelok. Ketemu lorong sempit, ia masuk sedikit demi sedikit. Ketemu bendungan, ia bersabar, terus mengumpulkan teman-temannya. Sesekali terlampaui bibir bendungan, ia mengalir lagi. Air hanya memastikan bahwa ia pasti mengalir ke tempat yang lebih rendah. Tidak ada yang bisa menghalangi takdir hidupnya tersebut. Tinggal darimana kita mau melihat penjelasannya."
*Tere Liye

Jadilah seseorang yang: "Aku akan tetap menunggu". Tidak peduli kau datang atau tidak." untuk seseorang yang: "Aku akan pasti datang. Tidak peduli kau tetap di sini atau pun tidak."Meski hingga detik ini kita tidak tahu siapa seseorang tersebut. Meski kita terlampau malu dengan harapan-harapan. Teruslah memperbaiki diri, besok lusa kita akan paham hakikat nasehat ini.
*Tere Liye

“Ada orang-orang yang boleh jadi sebaiknya cukup menetap dalam hati kita saja, tapi tidak bisa tinggal dalam hidup kita. Maka, biarlah begitu adanya, biar menetap di hati, diterima dengan lapang. Toh, dunia ini selalu ada misteri yang tidak bisa dijelaskan. Menerimanya dengan baik justeru membawa kedamaian.”
*Tere Liye

“Itu benar, terkadang bagi pasangan yang saling mencintai, kepergian salah satunya bisa berarti kehilangan separuh jiwa—termasuk kehilangan separuh kesegaran fisik.”
*Tere Liye. Novel “Ayahku Bukan Pembohong”

Ketahuilah, saat kita memutuskan memaafkan seseorang, itu bukan persoalan apakah orang itu salah, dan kita benar, apakah orang itu memang jahat atau aniaya, bukan. Kita memutuskan memaafkan seseorang karena kita berhak atas kedamaian di dalam hati.
*Tere Liye, novel "RINDU"

Maka ketahuilah, kesalahan itu ibarat halaman kosong, yang tiba-tiba ada yang mencoretnya dengan keliru. Kita bisa memaafkannya dengan menghapus tulisan tersebut, baik dengan penghapus biasa, dengan penghapus canggih, dengan apapun. Tapi tetap tersisa bekasnya. Tidak akan hilang. Agar semuanya benar-benar bersih, hanya satu jalan keluarnya, bukalah lembaran kertas baru yang benar-benar kosong. Buka lembaran baru, tutup lembaran yang pernah tercoret.
*Novel "RINDU", Tere Liye

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Jadilah Seseorang Yang: "Aku Akan Tetap Menunggu" - Saja Darwis Tere Liye

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar sesuai dengan topik post, komentar yang tidak pantas atau dianggap spam akan segera dihapus atau terjaring oleh spam filter

CC : Author