Kebanyakan sahabat baik, terjadi dengan alami begitu saja. Tidak pernah tahu persis kenapa jadi dekat. Cocok satu sama lain dengan sendirinya, kompak, dan bersama-sama dengan sendirinya. Meskipun tentu saja ada yang menjadi sahabat baik setelah bertengkar hebat. Tapi apapun itu, selalu menyenangkan memiliki sahabat baik. Yang saling memotivasi, mengingatkan hal baik, menemani dalam situasi apapun. Jadilah salah-satu dari mereka.
*Tere Liye
Presiden,
Anda tidak akan dikenang karena blusukan, kurs dollar, apalagi duduk diapit Obama dan Putin. No way! Bahkan Soeharto yang bisa membuat harga pangan murah saja orang sudah lupa. Anda akan dikenang jika berdiri di depan memerangi korupsi. Anda bersedia mati demi perang terhadap Jenderal korup, Jaksa, hakim korup, termasuk pemimpin partai korup saat dia berkuasa.
*Tere Liye
Jadilah orang-orang yang ketika tiba waktunya, bisa mengatakan:
“Aku mencintaimu bahkan sebelum kita bertemu”. Dan kita menerima jawabannya, “Aku bertahun-tahun mencarimu bahkan sebelum aku tahu apa yang kucari”.
Dan semua orang mengucapkan selamat berbahagia, menempuh hidup baru, semoga langgeng sampai aki-nini.
*Tere Liye
Lebih baik kelamaan jomblo dibandingkan kelamaan pacaran.
*Tere Liye
Biasanya orang yg sungguhan cinta, justeru sulit sekali mengatakannya. Keringetan. Malu. Takut. Gugup. Gemeteran. Maka kalau ada yg naksir kalian, mudah sekali bilang, malah boros sekali nge-gombal, berhati-hatilah. Bukan malah cekikikan senang.
*Tere Liye
Jangan sering-sering menoleh ke belakang kalau ingin melangkah maju, nanti kakinya tersangkut.
Jangan sering-sering menoleh masa lalu kalau ingin menuju masa depan, nanti hatinya tersangkut.
*Tere Liye
Besok lusa, di tengah sesak pengapnya media sosial, boleh jadi akan banyak yang update status: "Lagi rakaat kedua shalat Isya, nih." Itulah kenapa, Imam Syafi'i, ratusan tahun silam, bahkan sudah memberikan wasiat: cukuplah Allah yang tahu ibadah-ibadah terbaik yang kita lakukan. Urusan ini bukan soal memotivasi orang lain, menjadi contoh, dan sebagainyanya. Urusan ini simpel tentang: kitalah yang tahu persis apakah sesuatu itu perlu diumumkan ke semua orang atau tidak. Ada yang perlu, ada yang tidak. Menahan diri, memikirkan minimal 2x sebelum menekan tombol "post", ditimbang-timbang sekali lagi, boleh jadi akan menjaga nilai ibadah tersebut. Pikirkanlah.
*Tere Liye
0 komentar:
Post a Comment
Silahkan berkomentar sesuai dengan topik post, komentar yang tidak pantas atau dianggap spam akan segera dihapus atau terjaring oleh spam filter
CC : Author