Selamat datang di Sajak Tere Liye. Situs ini adalah sebuah situs sederhana yang berisi kumpulan sajak, catatan dan kata-kata sehari-hari yang ditulis langsung oleh Darwis Tere Liye. Jadi ayo !!! bacalah sajak, cerpen, catatan, serta puisi yang indah dan menarik dari Tere Liye di sajaktereliye.blogspot.com

Monday, March 2, 2015

Analisis Kepribadian Berdasarkan Preferensi Petugas Upacara Bendera - Catatan Darwis Tere Liye

Nah, dengan ikut memperhitungkan hasil survei barusan yang dirilis di pagesaya, maka jadi juga analisis kepribadian berdasarkan dulu/sekarang waktu upacara bendera, kalian lebih memilih jadi petugas apa. Eh, tentu saja, karena analisis ini dibuat untuk main-main, tingkat validitasnya silahkan dihitung sendiri.

Berikut kesimpulannya: 
1. Jika kalian lebih menyukai menjadi pembawa acara/protokol. Itu bukan berarti karena kalian berbakat jadi MC kondang di televisi atau minimal MC acara sunatan tetangga. Orang-orang yang lebih menyukai menjadi pembawa acara, biasanya: orang-orang yang suka ngatur-ngatur, suka nyuruh-nyuruh, suka nge-boss dan menyebalkan. gimana nggak? bahkan pembina upacara saja dia atur-atur kapan masuk ke lapangan, kapan meninggalkan lapangan, kapan harus ceramah. andai saja dimasukkan sekalian bisa ngatur seberapa lama pembina ngomong, dijamin, petugas ini resmi sudah jadi diktator di lapangan.

2. Jika kalian lebih menyukai menjadi pembawa teks pancasila. Kalian keliru kalau menyangka petugas ini tdk penting, berkepribadian minder, pemalu, dsebagainya. Menurut perhitungan saya, orang-orang yang mau menjadi pembawa teks pancasila adalah type manusia yang legowo, nrimo dan senantiasa apa adanya top banget dijadiin calon menantu. Lihat saja, puncak kerendahhatian tersebut terjadi saat pembacaan pancasila berlangsung, bagaimana dia hadap ke pembina, mengangkat tangan, menyerahkan stopmap merah, itu benar-benar proses yang indah, kan, setelah sejak tadi ngikutin pembina kemana saja. Dan hei, siapa pula yang sepanjang upacara berdiri di tengah-tengah lapangan, di samping pak kusir, eh, pembina, tapi nggak ngapa-ngapain selain petugas ini? orang-orang ini persis super hero, ada tapi tidak ada. tidak ada, eh tapi ada. demikianlah.

3. Jika kalian lebih menyukai menjadi pengibar bendera. Jangan berkecil hati-lah kalau nggak pernah dipilih guru jadi pengibar bendera. Karena orang-orang yang menyukai menjadi pengibar bendera biasanya tidak terlalu pede--walaupun biasanya sih memang cantik-cantik/tampan-tampan/tinggi-tinggi/gagah-gagah. kenapa nggak PD? Lah, bayangin, ngibarin satu bendera saja harus bertiga, malah rame2 kalau paskibraka. Alangkah ramenya? Pak RT sebelah rumah saya, ngibarin bendera, cukup sendirian, sambil pakai celana pendek dan kaos singlet, beres. nggak perlu ngajak siapapun.

4. Jika kalian lebih menyukai membaca UUD 1945, pembaca doa, janji murid, dan apalah lainnya yang membaca panjang-panjang.Orang-orang ini, malah kebalikan dengan pengibar bendera. Orang-orang ini, biasanya over PD. Ya ampun, lapangan lengang, murid-murid pada diam, cuma suara nyamuk atau serangga, dedaunan berserakan, angin bertiup sepoi-sepoi, semua terasa hening dan khidmat, ada yang ngupil, ada cengengesan, ada yang nguap, sibuk dgn urusan masing-masing, eh ya amploppp, tiba-tiba ada yang teriak-teriak baca sesuatu. Aneh kan? PD banget kan? Mana urat-urat di lehernya pada bermunculan, teriak-teriak baca sesuatu.

5. Jika kalian lebih menyukai menjadi komandan upacara. Betul, orang-orang ini memiliki pita suara super lantang. Tapi terus kenapa? Memangnya kondektur, mamang sayur, dan yang lain juga tidak kalah lantang? Betul, orang-orang ini terlihat keren sendirian di depan sana? terus kenapa? patung di perempatan jalan kota juga terlihat keren sendirian di sana. Pokoknya, komandan upacara, komandan kelas, dan komandan apa saja namanya yang suka berteriak-teriak, nyuruh-nyuruh lancang kanan, siap grak, hormat grak, adalah orang-orang yang suka nyari perhatian, membuat polusi suara dan suka ganggu kenikmatan orang. 

Kurang lebih demikian. Beberapa petugas lain tidak dibahas, bukan apa-apa, saya sudah kehabisan ide mengarang bebas.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Analisis Kepribadian Berdasarkan Preferensi Petugas Upacara Bendera - Catatan Darwis Tere Liye

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar sesuai dengan topik post, komentar yang tidak pantas atau dianggap spam akan segera dihapus atau terjaring oleh spam filter

CC : Author