Selamat datang di Sajak Tere Liye. Situs ini adalah sebuah situs sederhana yang berisi kumpulan sajak, catatan dan kata-kata sehari-hari yang ditulis langsung oleh Darwis Tere Liye. Jadi ayo !!! bacalah sajak, cerpen, catatan, serta puisi yang indah dan menarik dari Tere Liye di sajaktereliye.blogspot.com

Friday, February 27, 2015

Pacaran Itu Resikonya Tinggi Sekali - Sajak Darwis Tere Liye

Membaca itu penting sekali. Buku, majalah, apa saja yang isinya bagus dan bermanfaat. Malam ini, saat membaca majalah Bobo terbaru, saya jadi tahu, kancing kemeja/baju laki-laki sengaja diletakkan di bagian kanan; dan kancing kemeja/baju perempuan ada di bagian kiri. Olala! Saya tidak menyadari hal itu selama ini. Bahkan majalah anak-anak Bobo, tidak sekadar berisi cerita Nirmala, Oki, Bona, dkk. Mari biasakan anak-anak kita membaca; agar sejak kecil mereka mencintai kebiasaan ini. Membaca adalah jendela dunia.
*Tere Liye

Wanita itu amat "pengingat". Kita tidak tahu sama sekali, berapa lama kalimat-kalimat yang pernah kita ucapkan akan diingat oleh mereka. Dan menariknya masalah ini, laki-laki itu justeru "pelupa". Mereka bahkan bisa segera lupa janji2 apa saja yang pernah diucapkannya kepada wanita. *tidak selalu begitu, tapi tips ini bermanfaat memahami dua dunia berbeda laki-laki dan wanita. "Tahukah kau, Tegar, untuk membuat seseorang menyadari apa yang dirasakannya, justru cara terbaik melalui hal-hal menyakitkan. Misalnya kau pergi. Saat kau pergi, seseorang baru akan merasa kehilangan, dan dia mulai bisa menjelaskan apa yang sesungguhnya dia rasakan”
*Novel "Sunset Bersama Rosie" , Tere Liye

Kita tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Itu kehidupan kita, tidak perlu siapapun mengakuinya untuk dibilang hebat. Kitalah yang tahu persis setiap perjalanan hidup yang kita lakukan. Karena sebenarnya yang tahu persis apakah kita itu keren atau tidak, bahagia atau tidak, tulus atau tidak, hanya diri kita sendiri. Kita tidak perlu menggapai seluruh catatan hebat menurut versi manusia sedunia. Kita hanya perlu merengkuh rasa damai dalam hati kita sendiri.
*Tere Liye

Hukuman terbaik bagi penipu adalah: kita jujur padanya.
Hukuman terbaik bagi si pelit adalah: kita pemurah padanya.
Hukuman terbaik bagi si pembenci adalah: kita menghormatinya.
Dan hukuman terbaik bagi orang yang suka menjelek2an adalah: kita terus memperbaiki menjadi lebih baik darinya.
Percayalah, jurus-jurus ini sakti sekali.

"Banyak sekali orang yang jatuh cinta lantas sibuk dengan dunia barunya itu. Sibuk sekali, sampai lupa keluarga sendiri, lupa teman dekat, lupa sahabat karib. Padahal siapalah orang yang tiba-tiba mengisi hidup kita itu? Kebanyakan orang asing, orang baru."
*Tere Liye, novel "Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah"

Membalas penghinaan dengan penghinaan. Apa bedanya kau dengan mereka?
*Novel "Ayahku Bukan Pembohong", Tere Liye

Jangan pernah menilai buku jika kita belum selesai membacanya. Jangan pernah menilai film jika kita belum tamat menontonnya. Pun sama, jangan pernah menilai orang lain sebelum kita mengenalinya dengan dekat, memahami hidupnya dengan baik. Suka menilai/nge-judge itu sudah tabiat buruk; apalagi menilai orang yang sama sekali tidak kita ketahui, lebih buruk lagi.
*Tere Liye

Pacaran itu resikonya tinggi sekali. Mulai dari korslet hati, nangis tanpa sebab, menghabiskan uang, nilai turun, sekolah gagal, pekerjaan berantakan, hamil di luar nikah, aborsi, dan hal2 mengerikan lainnya. Nah, dengan semua resiko yang kalian sudah tahu itu, jika kalian tetap ngotot pacaran, itu masalah kalian. Aneh sekali, kalian yang pacaran, enak2nya, pas ada masalah, berurai air-mata, tumpah kemana-mana. Curhat kemana2, berceceran.

Anak muda yang paham, akan tahu sekali, dia lebih memilih sibuk sekolah, bisa lanjut kesekolah yang dia cita2kan. Sibuk bekerja, merintis karir. Mengerjakan hobi bermanfaat, atau mengelilingi dunia, melihat banyak hal. Soal jodoh, itu sih sudah ditakdirkan, jika sudah waktunya, akan datang sendiri. Setiap cinta memiliki waktunya. Jika sekarang belum saatnya, belum pantas, belum siap, maka bukan berarti itu tidak cinta. Bersabar lebih baik. Cinta bukan sekedar memaafkan. Cinta bukan sekedar soal menerima apa adanya. Cinta adalah harga diri. Cinta adalah rasionalitas sempurna. Jika kau memahami cinta adalah perasaan irasional, sesuatu yang tidak masuk akal, tidak butuh penjelasan, maka cepat atau lambat, luka itu akan kembali menganga. Kau dengan mudah membenarkan apapun yang terjadi di hati, tanpa tahu, tanpa memberikan kesempatan berpikir bahwa itu boleh jadi karena kau tidak mampu mengendalikan perasaan tersebut. Tidak lebih, tidak kurang.
*Tere Liye, Buku "Sepotong Hati Yang Baru"
*Tere Liye

“Lepaskanlah. Maka esok lusa, jika dia adalah cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan. Ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita. Jika dia tidak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu."
*Novel "RINDU", Tere Liye

Bisa menyuruh-nyuruh, memerintah tidak selalu simbol kekuasaan. Terkadang boleh jadi simbol kelemahan dan ketergantungan. Bahkan mungkin ketidakmampuan diri sendiri.
*Tere liye

Balas dendam adalah "menolong orang lain". Semakin besar dendam kita terhadap hal paling menyakitkan bagi kita, alirkan menjadi perbuatan baik, menolong orang lain. Maka itu akan mengobati dendam itu. Menghapus kebencian, sekaligus bermanfaat bagi orang banyak.
*dari "Rise of Legend", film terbaru adaptasi kisah Wong Fei Hung. Ada yang sudah nonton?

Yang pergi pasti kembali, yang hilang akan ditemukan jika memang berjodoh. Percayalah.
*Tere Liye

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pacaran Itu Resikonya Tinggi Sekali - Sajak Darwis Tere Liye

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar sesuai dengan topik post, komentar yang tidak pantas atau dianggap spam akan segera dihapus atau terjaring oleh spam filter

CC : Author