Selamat datang di Sajak Tere Liye. Situs ini adalah sebuah situs sederhana yang berisi kumpulan sajak, catatan dan kata-kata sehari-hari yang ditulis langsung oleh Darwis Tere Liye. Jadi ayo !!! bacalah sajak, cerpen, catatan, serta puisi yang indah dan menarik dari Tere Liye di sajaktereliye.blogspot.com

Tuesday, February 24, 2015

Marah-marah - Catatan Darwis Tere Liye

Salah-satu delay pesawat yg sangat saya ingat adalah, ketika Bapak saya meninggal, 8 tahun lalu, kabar saya terima jam 1 malam. Saya segera ke bandara, beli tiket penerbangan paling pagi. Dan delay! Saya menangis di bandara, tega banget. Padahal itu flight pertama, pesawat baru keluar, kru juga baru bertugas. Bagaimana bisa delay? Cuaca juga baik. Secepat apapun sy tiba di tempat kelahiran, Bapak saya sudah dikebumikan, tidak akan terkejar, karena kami menyetujui, tidak ada yang ditunggu, sekali pemakaman siap, anak-anaknya terlambat datang, kebumikan segera sesuai tuntunan agama.

Delay itu bukan hanya soal waktu terbuang 24 jam, uang terbuang jutaan, tenaga terbuang, lelah. Delay pesawat itu kadang tentang kenangan yang dirobek, kasih-sayang yang hilang. Tuan, Nyonya, bertahun-tahun, industri penerbangan di negeri ini dibiarkan begitu saja soal delay ini. Bukankah Tuan, Nyonya buncah bicara tentang keselamatan saat Air Asia jatuh? Sekali delay massif terjadi, standar keselamatan turun signifikan. Semua jadi serba darurat, kru, pesawat, ruang tunggu, bahkan manifest pun darurat, terburu-buru, bergegas. Petugas lelah, kru lelah, penumpang lelah. Itu berbahaya.

Tuan, Nyonya, mulailah mengambil regulasi serius, sehingga kita bisa mengurangi delay. Kalian berani loh ambil kebijakan hapus tiket murah, naikkan batas bawah tiket. Berani. Membuat Air Asia tersudut. Kalian juga katanya mau hapus loket di bandara agar tidak ada calo. Itu berani sekali. Saatnya ambil regulasi: maskapai manapun yang delay lebih dari tiga jam, harus membayar kompensasi 3 juta. Saat itu juga dibayar! Di bandara, loket kompensasi langsung dibuka ketika pesawat telat 3 jam. Ini akan memaksa maskapai serius menyusun rencana anti-delay. Karena mereka lebih baik menyusun rencana itu dibanding bayar 3 juta per penumpang. Kami menunggu konsistensi kalian. Berani marah-marah ke siapapun.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Marah-marah - Catatan Darwis Tere Liye

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar sesuai dengan topik post, komentar yang tidak pantas atau dianggap spam akan segera dihapus atau terjaring oleh spam filter

CC : Author