Selamat datang di Sajak Tere Liye. Situs ini adalah sebuah situs sederhana yang berisi kumpulan sajak, catatan dan kata-kata sehari-hari yang ditulis langsung oleh Darwis Tere Liye. Jadi ayo !!! bacalah sajak, cerpen, catatan, serta puisi yang indah dan menarik dari Tere Liye di sajaktereliye.blogspot.com

Tuesday, February 24, 2015

Kenapa Sih Kita Butuh Pemerintah? - Catatan Darwis Tere Liye

Ini sebenarnya pertanyaan mendasar sekali: kenapa sih kita butuh pemerintah? Jawabannya bisa sangat sederhana: agar ada yang bisa mengatur kehidupan menjadi lebih baik, lebih adil, lebih seimbang. Saya kasih contoh paling mutakhir. Dua hari terakhir, penerbangan kacau balau. Delay di mana-mana, bukan cuma 3-4 jam, ada yang berkali lipat dari itu. Honestly dek, kalau kalian tanya ke maskapainya, maka jawaban mereka: "Kalau situ nggak suka, ya silakan cari maskapai lain." Bahkan mengutip pernyataan bos-nya: "Nyatanya penumpang tetap balik lagi, naik maskapai kami. Hari ini delay, besok naik lagi." Nah, logika ini seolah benar, masuk akal sekali, memang begonya adalah penumpang. Sudah tahu sering delay, kenapa pula masih naik?

Di situlah kehadiran pemerintah menjadi penting. Sebagai pihak yang bisa mengeluarkan regulasi. Dalam industri yang berat sebelah, perusahaan lebih kuat dibanding customer, penting sekali penyeimbang. Karena kalau semua orang bisa bebas bilang: "Situ tidak terima, silakan pergi", maka dunia ini akan kacau balau. Listrik misalnya, PLN mati, komplain, situ tidak terima, putuskan saja sambungan. Seluruh Bank Swasta sepakat menaikkan biaya transaksi 100.000/transfer, situ tidak terima, simpan saja uang kalian di bawah bantal. Situasi akan rusak. Lebih gila lagi, delay pesawat, komplain, "Situ tidak terima, ya beli saja pesawat sendiri." Mending kita bubarkan saja negara ini.

Kenapa sih kita butuh pemerintah? Agar mereka bisa mengeluarkan regulasi. Melindungi konsumen, juga melindungi perusahaan. Melindungi karyawan, melindungi semua pihak dengan adil. Delay ini solusinya mudah sekali. Kenapa delay? Delay lama lazimnya karena ada 1 pesawat rusak, sehingga mengganggu tik-tok rute. Dan akan lebih parah lagi saat ada beberapa pesawat rusak/maintenance sekaligus, dan itu di masa ramai (peak season), ketersediaan pesawat shortage. Bagaimana solusinya? Seharusnya maskapai menyediakan pesawat cadangan, tidak semua terbang, jadi ketika ada yang rusak, bisa segera diganti, dan penumpang bisa segera berangkat. Apakah maskapai menyiapkan pesawat cadangan? Seharusnya iya. Tapi pertanyaan berikutnya, apakah mereka benar-benar serius menyiapkan pesawat cadangan yang cukup? Karena markir satu pesawat itu mahal, apalagi kalau markir hingga 3 pesawat cadangan. Jangankan pesawat, menyiapkan mesin pesawat cadangan saja sudah puluhan milyar. Ini bisnis semua.

Pemerintah bisa hadir sebagai regulator yang memaksa maskapai manapun, agar hal-hal ini disediakan. Tidak bisa ada alasan apapun. Bagaimana memaksa maskapai? Mudah. Misalnya, contohlah Uni Eropa. Di sana, setiap delay lebih dari tiga jam, maskapai wajib memberikan kompensasi cash hingga 600 Poundsterling, atau 11 juta. Nah, dengan kompensasi sebesar itu, maskapai pasti mikir. Tidak perlu hingga 11 juta, cukup 2-3 juta, mereka pasti mulai berhitung, aduh, ternyata akan lebih murah kalau kami menyiapkan pesawat cadangan sajalah. Juga menyiapkan pilot/kru cadangan (karena ini juga bisa bikin delay), dan semua plan B, C, D, E untuk menghindari delay. Maskapai mulai serius memperbaiki banyak hal.

Sialnya, sekarang, delay itu kompensasinya hanya ecek-ecek, dikasih minum, dikasih makan, dan uang 300.000 (yang ngambilnya juga susah ampun2an). Dalam situasi seperti ini, jangan berharap mereka akan serius, maskapai akan tertawa: "Ah, mending saya kasih makan saja, daripada harus bikin banyak plan yang tidak efisien.". "Mending saya kasih kotak snack saja daripada hilang uang untuk hal lain."

Apakah pejabat pemerintah tidak tahu soal ini. Ya tahulah. Mereka itu pintar-pintar semua. Tulisan saya ini pun tidak saya tujukan ke mereka, tapi saya tujukan ke kalian, agar memahami situasinya. Saat semua orang aware masalah ini, beramai-ramai, masyarakat bisa mendorong pejabat pemerintah agar berani mengambil kebijakan. Berani membuat regulasi. Kenapa kita butuh pemerintah? Karena mereka bisa membuat regulasi, kemudian mengawasi regulasi tersebut. Lantas menghukum siapapun yang tidak taat. Sesimpel itu. Apakah mereka berani membuat regulasi serius untuk urusan delay ini? Itu misterinya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kenapa Sih Kita Butuh Pemerintah? - Catatan Darwis Tere Liye

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar sesuai dengan topik post, komentar yang tidak pantas atau dianggap spam akan segera dihapus atau terjaring oleh spam filter

CC : Author