Selamat datang di Sajak Tere Liye. Situs ini adalah sebuah situs sederhana yang berisi kumpulan sajak, catatan dan kata-kata sehari-hari yang ditulis langsung oleh Darwis Tere Liye. Jadi ayo !!! bacalah sajak, cerpen, catatan, serta puisi yang indah dan menarik dari Tere Liye di sajaktereliye.blogspot.com

Tuesday, February 24, 2015

Kehidupan Ini Tak Selalu Memberikan Kita Pilihan Terbaik - Sajak Darwis Tere Liye

Tentu saja sering ngintipin timeline, dinding akun orang lain itu tidak selalu otomatis bisa dibilang stalking, kepo. Boleh jadi itu termasuk strategi intelijen demi masa depan. Termasuk setidaknya buat menghibur hati.Asal jangan berlebihan saja, apalagi kalau tiba-tiba malah jadi sedih tanpa sebab. Itu ganjil sekali, yang nyuruh kepo nggak ada, eh malah sedih sendiri.
*Tere Liye

Karena kita sudah memaafkan, sudah tidak sedih lagi, maka bukan berarti kita siap untuk kembali menghadapi situasi menyakitkan. Tidak. Karena kita kuat, karena kita bisa berdiri tangguh, maka bukan berarti kita bisa disakiti oleh siapa saja. Jangan mau begitu.
*Tere Liye

Kehidupan ini tak selalu memberikan kita pilihan terbaik. Terkadang yang tersisa hanya pilihan-pilihan berikutnya. Orang yang bahagia selalu bisa bahagia meski dengan pilihan kedua, ketiga dan seterusnya yang terbaik… Melepaskan pilihan pertama yang tak pernah bisa dicapai.
*Tere Liye, buku "Berjuta Rasanya"

Rasa sakit di hati itu hanya ibarat kabut di pagi hari. Tunggulah matahari tiba, maka dia akan hilang bersama siraman lembut cahayanya. Rasa sakit di hati itu hanyalah ibarat kabut pagi. Tidak pernah mengubah hakikat indahnya pagi. Bahkan bagi yang senantiasa bersyukur, dia akan menari (meski sambil menangis) di tengah kabut. Dan itu sungguh tarian indah. Tarian penerimaan.
*Tere Liye

Tidak ada yang bisa dilupakan, termasuk sekalipun kita memang tidak ingat lagi. Karena boleh jadi, di sisi2 lain, hal tersebut tetap diingat hingga kapanpun. Jika kita tidak bisa memahaminya dari sisi yang tidak ingat lagi, maka cobalah dari sisi yang hingga kapanpun tetap mengingatnya. Dengan demikian, semoga kita selalu bisa menghormati perasaan-perasaan yang sempat bersinggungan dengan hidup kita.
*Tere Liye

'Pintu hati' itu tidak seperti pintu bendungan, yang kapanpun aman dibuka tutup, tidak merembes. Dalam urusan perasaan, sekali pintu hati dibiarkan terbuka, maka susah payah menutupnya kembali, tetap merembes, bahkan lubang bocornya jebol dimana2, membahayakan seluruh bendungan. Maka, jika kita belum siap, belum niat serius, maka jangan suka membuka tutup pintu hati. Dan tentu saja, jangan mau digombalin oleh orang yg terbiasa sekali membuka tutup pintu hatinya. Lah, pintu bendungan dunia nyata saja hanya dalam kondisi tertentu dibuka tutup.
*Tere Liye

Cinta sejati selalu datang pada saat yang tepat, waktu yang tepat, dan tempat yang tepat. Ia tidak pernah tersesat sepanjang kalian memiliki sesuatu. Apa sesuatu itu? Tentu saja bukan GPS, alat pelacak, peta, satelit, dan sebagainya, sesuatu itu adalah pemahaman yang baik bagaimana menjaga kehormatan perasaan dengan tidak melanggar nilai2 agama. Jika kita mencari seseorang yang sempurna, maka sampai kiamat, kita tidak akan memperolehnya. Lebih baik fokus kepada: apakah seseorang itu mau terus memperbaiki dirinya, dan bisa memberikan bukti kongkret dia memang melakukannya.
*Tere Liye, separuh quote dari novel 'Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah

“Apakah sekarang semuanya mulai jelas? Apakah sekarang kau mulai yakin atas hubungan ini? Apakah kau sudah punya jawabannya? Kalau sudah, bisakah kau segera memberitahuku? Kemajuan sedikit saja di hati kau akan memberikan rasa tenteram yang luar biasa bagiku. Bukan sebaliknya, hingga hari ini aku hanya berkutat dengan harapan-harapan---karena itulah yang tersisa."
*Ada yang bisa menebak, di novel Tere Liye yang mana paragraf ini?

Mencintai dalam diam adalah seperti menari takjim sendirian di antara kabut pagi di sebuah padang rumput yang megah dan indah. Dan meski tidak tersampaikan, tidak terucapkan, demi menjaga kehormatan perasaan, kita selalu tahu itu sungguh tetap sebuah tarian cinta. Semoga besok lusa bisa menari bersama dalam ikatan yang direstui agama, dicatat oleh negara.
*Tere Liye

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kehidupan Ini Tak Selalu Memberikan Kita Pilihan Terbaik - Sajak Darwis Tere Liye

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar sesuai dengan topik post, komentar yang tidak pantas atau dianggap spam akan segera dihapus atau terjaring oleh spam filter

CC : Author