Hidup ini adalah perjalanan panjang. Dan sama seperti perjalanan panjang lainnya, pertanyaannya sama: Apakah kita bersedia menunggu di sebuah pemberhentian, demi menunggu seseorang. Sedangkan kendaraan lain telah melesat cepat. Jawabannya bukan soal benar atau salah. Apalagi rugi atau untung. Jawabannya adalah soal: hidup ini adalah perjalanan panjang.
*Tere LiyeAda tiga cara belajar tentang hidup ini:
1. Refleksi; dengan memikirkan banyak hal, menyelami kedalaman pemikiran, nasehat-nasehat. Ini cara paling luhur.
2. Imitasi; dengan mencontoh orang lain, meniru, ambil yang baik, buang yang jelek. Ini cara paling mudah.
3. Pengalaman; dengan melewatinya, merasakan pahit-getir, susah payah. Ini adalah cara paling menyakitkan.
Nasehat lama ini menarik untuk dipikirkan. Karena kita selalu bisa memilih, apakah memilih sakit-binasa dulu, baru paham hakikat sesuatu (cinta misalnya), atau lewat cara lain, melalui refleksi, mendengarkan nasehat orang lain.
Oi, oi, Anak Muda. Apakah kalian tidak mencium aroma semerbak petualangan itu? Apakah kalian tidak merasakan hangat udara penuh kesenangan? Maka ayo, Anak Muda, bawa ranselmu, mulailah kelilingi dunia. Daki gunung-gunung, selami lautan, berlari di padang rumput, padang pasir, dan padang-padang lainnya. Melintas di kota-kota gemerlap, desa-desa permai. Berikan kami sejuta Anak Muda yang suka melihat dunia terbentang luas, maka negeri ini akan lebih baik. Saling menghormati, saling menghargai perbedaan.
*Tere Liye
Kita hanya punya dua pilihan soal waktu: Kita menghabiskan waktu dengan baik. Atau: Waktu yang menghabisi kita dengan baik. Hello! Ayo, kerjakan sekarang skripsi, thesis, tugas akhir, pekerjaan kalian. Jangan malah berkeliaran di page ini :D
*Tere Liye
Bagaimana kita bisa menghentikan perasaan yang terlanjur salah install?. Jawabannya mudah: Mulailah detik ini juga menekan tombol "cancel". Kemudian biarkan waktu menghapus sisanya.
*Tere Liye
Kenapa orang repot sekali mencari definisi "bersyukur"? Karena sejatinya, bersyukur itu hanya beda sehelai benang saja dengan kebahagiaan. Barangsiapa yang merasa tidak bahagia dengan hidupnya, mutlak sudah bisa disimpulkan, dia tidak bersyukur. Kita bisa membantah fakta ini dengan ribuan argumen; hanya untuk membuatnya balik lagi ke simpul semula: tidak bahagia adalah tidak bersyukur.
*Tere Liye
Orang lain tidak akan selalu mengerti hidup kita; karena mereka bukan kita. Pun sama; kita pun tidak akan selalu mengerti hidup orang lain; karena kita bukan mereka.
*Tere Liye
0 komentar:
Post a Comment
Silahkan berkomentar sesuai dengan topik post, komentar yang tidak pantas atau dianggap spam akan segera dihapus atau terjaring oleh spam filter
CC : Author